Kelas KTI | Strategi Menyusun Metodologi Penelitian yang Sistematis dan Terukur
1.
Metodologi
Penelitian
Tujuan utama dari sebuah penelitian dalam bidang
Hubungan Internasional tidak hanya terbatas pada upaya memahami fenomena global
yang terjadi, tetapi juga untuk memahami dinamika yang muncul dalam interaksi
antarnegara, aktor non-negara, serta pengaruh dari faktor sosial, politik,
ekonomi, hingga budaya yang membentuk pola hubungan di tingkat internasional.
Penelitian menjadi sarana akademis untuk membaca gejala-gejala tersebut secara
lebih mendalam dan terukur. Dalam proses ini, metodologi penelitian merupakan salah satu instrumen penting yang menentukan arah,
kualitas, serta validitas temuan. Dengan menggunakan metodologi yang sesuai,
mahasiswa tidak hanya mampu merumuskan argumen ilmiah yang logis dan terstruktur,
tetapi juga dapat mengorganisasi data secara sistematis, kemudian melakukan
analisis dengan pendekatan yang tepat, serta menghasilkan kesimpulan yang dapat
dipertanggungjawabkan baik secara teoritis maupun empiris. Metodologi yang
tepat akan membantu peneliti untuk menghindari bias, kemudian menjaga
objektivitas, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kajian
Hubungan Internasional. Selain itu, metodologi penelitian juga menjadi
landasan utama yang membedakan karya ilmiah dengan sekadar opini.
2. Jenis dan Pendekatan Penelitian
1. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang
berfokus pada pemahaman makna, narasi, serta proses yang melatarbelakangi suatu
fenomena hubungan internasional. Jenis penelitian ini biasanya digunakan untuk
menggali informasi secara mendalam melalui data non-numerik, seperti wawancara,
observasi, studi kasus, maupun analisis dokumen. Dalam konteks Hubungan
Internasional, penelitian kualitatif sering dipakai untuk menelaah kebijakan
luar negeri, strategi diplomasi, maupun peran aktor non-negara dalam isu
global. Kelebihan penelitian kualitatif terletak pada kemampuannya dalam menjelaskan
konteks dan dinamika sosial-politik secara komprehensif.
2.
Penelitian
Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan
data numerik untuk mengukur, menguji hipotesis, serta menemukan hubungan
antarvariabel dalam fenomena hubungan internasional. Metode ini biasanya
melibatkan survei, kuesioner, maupun analisis data statistik yang bersumber
dari lembaga internasional seperti World Bank, UNDP, atau WTO. Dalam studi
Hubungan Internasional, penelitian kuantitatif dapat digunakan, misalnya, untuk
mengkaji hubungan antara tingkat perdagangan internasional dengan stabilitas
politik kawasan, atau pengaruh investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi
negara berkembang. Kelebihan pendekatan kuantitatif adalah objektivitas dan
kemampuannya menghasilkan temuan yang dapat digeneralisasi, meskipun seringkali
kurang mampu menjelaskan makna mendalam di balik angka-angka tersebut.
3. Sumber Data Penelitian
Suatu penelitian dapat menggunakan
dua jenis data utama, yaitu:
- Data
Primer: data ini diperoleh langsung
melalui wawancara, observasi lapangan, maupun penyebaran kuesioner. Data
primer memungkinkan peneliti mendapatkan informasi aktual dari narasumber
yang relevan, seperti pejabat pemerintah, diplomat, akademisi, maupun
perwakilan organisasi internasional.
- Data
Sekunder: data ini diperoleh dari
literatur yang sudah ada, meliputi buku, jurnal ilmiah, laporan resmi
organisasi internasional, publikasi media, serta dokumen kebijakan luar
negeri. Data sekunder berfungsi untuk memperkuat analisis 1terhadap temuan
penelitian.
4. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data
yang valid, maka dalam penelitian terdapat beberapa teknik pengumpulan data
yang dapat dilakukan, yaitu:
- Studi
Pustaka: yaitu dengan menelaah
literatur akademik, jurnal, artikel, laporan, serta dokumen resmi yang
relevan dengan topik.
- Wawancara: dilakukan secara terstruktur atau semi-terstruktur
dengan narasumber kunci yang memiliki kompetensi di bidang penelitian.
- Observasi: mengamati secara langsung aktivitas, peristiwa, atau
dinamika yang berhubungan dengan objek penelitian, seperti forum
internasional, konferensi, atau kegiatan diplomatik.
- Survei/Kuesioner (jika kuantitatif): digunakan untuk mengukur
persepsi atau pandangan kelompok tertentu terhadap isu penelitian.
5. Teknik Analisis Data
Data yang telah
terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode yang sesuai dengan pendekatan
penelitian, yaitu:
1. Analisis Kualitatif: menggunakan content analysis, discourse
analysis, atau comparative study untuk memahami makna,
narasi, dan pola dari teks maupun pernyataan narasumber.
2. Analisis Kuantitatif: menggunakan teknik statistik deskriptif
(misalnya persentase, tabel frekuensi) maupun inferensial (regresi, korelasi,
uji hipotesis) untuk menemukan hubungan antarvariabel.
3. Analisis Mixed Methods: mengombinasikan temuan kualitatif dengan data
kuantitatif melalui triangulasi, sehingga hasil penelitian lebih mendalam dan
komprehensif.
6. Batasan Penelitian
Setiap penelitian
memiliki keterbatasan tertentu yang dapat memengaruhi hasil analisis. Batasan
dalam penelitian ini mencakup keterbatasan waktu, ketersediaan data, serta
akses terhadap narasumber kunci. Oleh karena itu, hasil penelitian difokuskan
pada lingkup yang telah ditentukan agar tetap relevan dengan tujuan penelitian.
