KELAS KTI | Think Critically, Write Scientifically
Karya Tulis Ilmiah
Oleh:
Dra. Umi Oktyari Retnaningsih, MA, PhD
Jurusan Hubungan Internasional
FISIP UNRI Pekanbaru
Academic Development and Training (ADT)
Pekanbaru, 11 September 2026
The four pillars of education defined by UNESCO are learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be.
5 JENIS KARYA ILMIAH PERGURUAN TINGGI
1. Makalah: menyajikan suatu masalah dan pembahasannya berdasarkan data dilapangan.
2. Kertas Kerja: menyajikan sesuatu berdasarkan data dilapangan bersifat empiris-objektif dengan kertas kerja ditulis.
3. Skripsi: karya tulis ilmiah untuk mahasiswa tingkat sarjana (S1)
4. Tesis: karya tulis ilmiah untuk jenjang magister (S2)
5. Disertasi: karya tulis ilmiah untuk program doktor (S3)
SKRIPSI
Skripsi merupakan karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa program sarjana sebagai syarat kelulusan dengan struktur penulisan lengkap meliputi pendahuluan, kajian pustaka, metodologi, hasil penelitian dan pembahasan secara mendetail.
KTI yang bagus
● Judul menarik: Singkat, padat, mencerminkan isi, dan maksimal 13 kata
● Topik aktual: Membahas isu penting yang sedang hangat atau selaras dengan program pemerintah seperti SDGs (food resilience, immigration, diaspora)
● Metode tepat: Menggunakan metode penelitian atau kajian yang dapat dipertanggungjawabkan. Kuantitatif, kualitatif (mixed methods)
● Struktur jelas: Memiliki alur logis dari pendahuluan, landasan teori, metode, hasil, hingga simpulan
Judul sebaiknya menarik: ada paradox, actual, dan factual
- Indonesian Educated unmarried Career Women: Gender Inequality, Discrimination, and Prejudices
- The Persistence of Patriarchy in the Palm Oil Sector: Evidence from the Riau Province of Indonesia
- Palm Oil Smallholders Perception and Awareness for Good Agricultural Practices (GAP) in Riau
- Pre-service Teachers’ Approaches to Planning and Integrating Global Education and Social Studies Knowledge into Social Studies Curriculum
- Women roles for saving energy and net-zero emissions for solar energy
- Women roles for healthy lifestyles through good foods
- From Remittance to Risk: A Gender Analysis of Indonesian Migrant Workers’ Socioeconomic Realities
- Food Resilience Programs and Practices in Indonesia: Women Perspectives
Tantangan utama dalam penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa di Indonesia mencakup rendahnya literasi akademik, kendala teknis penyusunan, serta masalah manajemen waktu dan etika penulisan.
6 TANTANGAN PUBLIKASI ILMIAH BAGI DOSEN
1. Keterbatasan Waktu & Beban Padat
Mayoritas dosen Indonesia memiliki beban kerja di dharma dan administrasi akademik yang tinggi dan kompleks. Jam kerja fleksibel namun overload, menyulitkan fokus menulis.
2. Kendala Pendanaan
Publikasi artikel di prosiding, jurnal, dan buku membutuhkan biaya publikasi (mahal). Keterbatasan akses ke sumber dana menghambat produktivitas.
3. Akses Referensi Kredibel Terbatas
Menulis karya membutuhkan referensi relevan & mutakhir. Tidak semua dosen memiliki akses ke sumber berbayar/situs.
4. Minim Kolaborasi
Kolaborasi penting untuk mutu publikasi. Masih banyak dosen kesulitan berkolaborasi, terutama jika profil belum luas.
5. Keterampilan Bahasa Asing
Kendala bahasa menghambat akses ke masyarakat ilmiah global.
6. Skill Penyusunan Belum Optimal
Kesulitan menyusun karya ilmiah menyebabkan kurang penguasaan proses.
Tantangan dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa Indonesia umumnya bersumber dari aspek teknis akademis, keterbatasan literasi, hingga faktor psikologis
Berdasarkan berbagai studi akademis di Indonesia, hambatan utama yang sering dihadapi mahasiswa meliputi:
1. Lemahnya Keterampilan Dasar & Kaidah Menulis Ilmiah
2. Rendahnya Literasi Informasi dan Akademik
3. Masalah Metodologi dan Analisis Data
4. Kurangnya Penguasaan Teknologi Pendukung
5. Faktor Psikologis dan Motivasi
6. Minimnya Bimbingan dan Evaluasi Etika Akademik
Lemahnya keterampilan dasar dalam menulis:
● Kesulitan dalam menuangkan ide: Sekitar 58,47% mahasiswa merasa kesulitan mengubah gagasan menjadi tulisan.
● Kesalahan latar belakang: Sebanyak 72% mahasiswa belum mampu merumuskan urgensi penelitian dengan jelas.
● Teknik sitasi salah: Sebanyak 75% mahasiswa tidak menggunakan standar referensi baku seperti APA.
Penelitian Hubungan Internasional
Penelitian Hubungan Internasional:
“Datanya primer atau sekunder?”
“Jenis penelitiannya kuantitatif atau kualitatif?”
“Perlu triangulasi?”
“Penelitian HI dengan lived Experience: Bisakah?”
Personal knowledge and understanding gained through direct, first-hand involvement in an event or life situation, rather than through secondary descriptions, academic study, or media
1. Umi Retnaningsih (University of Riau) - Gender study: ideal and trends in the USA and Indonesia.
2. Indonesian Permanent Resident Status Acquiring or Citizenship Converting Trend: Rational or Unpratriotic?
3. Bima Prawira Utama (Padjadjaran University) - COVID-19 and Xenophobia: The Use of #中国ウイルス Hashtag on Japanese Twitter.